Senin, 02 Desember 2013

Sinopsis


Novel Ranah 3 Warna



Selama di PM Alif belajar banyak hal sehingga ada suatu mantra yang sangat mujarab baginya yaitu mantra Man Jadda Wajadda yang artinya yaitu siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Dan mantra itulah yang selalu ia tanamkan dalam hatinya bahwa setiap kerja keras itu akan menghasilkan sesuatu yang sangat manis di kemudian harinya. Novel ini menceritakan tentang seseorang yang ingin mewujudkan mimpinya seperti Habibie, dan diapun berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya itu, walaupuun dia berasal dari keluarga yang sederhana tapi semangatnya untuk menggapai mimpi tak pernah pudar sehingga bisa dikatakan kalau novel ini dapat memotivasi orag lain. Selain itu novel ini juga dapat membuat seseorang lebih termotivasi untuk berani bermimpi lebih tinggi dan selalu optimis mimpi itu akan terwujud walaupun harus menunggu dalam waktu yang lama. Apa yang sebenarnya terjadi pada novel tersebut? Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya sangattinggi yaitu ingin belajar teknologi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika. Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya yaitu ijazah SMA, dan bagaimana mungkin dia bisa mengejar semua cita-cita tingginya tanpa ijazah.. Terinspirasi semangat dinamit Denmark, dia mendobrak rintangn berat. Baru saja dia tersenyum, badai lain menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai Kapan aku harus teguhh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” dan Hampir saja dia menyerah. Ternyata “mantra”man jadda wajadasaja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani:man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu, dan diapun bisa memenangkan semua impiannya. Nasib baikpun membawa alif Menuju kesuksesan diapun sudah berkelana melintasi bandung, Amman, dan Saint-Raymond, tiga ranah berrbeda warna itu, pada masa kuliahnya dulu. Novel ini mengundang pujian dari banyak pihak, dan juga dapat menciptakan motivasi bagi orang lain yang membacanya, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit. Mantraman shabara zhafirayang di ceritakan dalam novel ini terbukti ampuh dan juga dapat di tanamkan dalam kehidupan. Selain itu pada novel ini terdapat beberapa bahasa seperti bahasa dialek, Arab, Perancis dan telah disertai terjemahan (arti) sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya. Dilihat dari keaadaan fisik novel, novel ini memiliki cover yang menarik dan juga terdapat peta pada belakang covernya sehingga tidak membuat para pembaca terlalu menghayal mengenai lokasi yang di ceritakan pada novel ini. Novel ini hampir terperosok ke dalam cacatyang nyaris membuat membuat novel ini kehilangan keunggulannya, pada novel ini masih ada beberapa istilah asing yang tidakdisertai penjelasan atau terjemahannya sehingga membuat pembaca agak sulit untuk memahmi arti dari istilah tersebut. Kebahasaan yang ada pada novel ini sudah bagus, tidak berbelit-belit dan juga tidak ada pemborosan kata sehingga mudah dipahami oleh pembaca, pada novel ini terdapat bahasa Minang, Inggris, Arab, dan juga Perancis tapi sudah dilengkapi denganarti dari kata yang memakai bahasa asing tersebut, sehingga pembaca mudah memahaminya. Novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja, karena novel ini menceritakan tentang seseorang yang berusaha keras mencapai cita-citanya selain itu novel ini juga memberikan motivasi bagi para pembacanya, seingga para remaja akan termotivasi untuk berusaha keras dalam mengejar cita-citanya dan juga tidak takut untuk bermimpi lebih tinggi untuk mesa depannya yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar