Novel Ranah 3 Warna
Selama di PM Alif belajar banyak hal
sehingga ada suatu mantra yang sangat mujarab baginya yaitu mantra Man Jadda
Wajadda yang artinya yaitu siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
Dan mantra itulah yang selalu ia tanamkan dalam hatinya bahwa setiap kerja
keras itu akan menghasilkan sesuatu yang sangat manis di kemudian harinya.
Novel ini menceritakan tentang seseorang yang ingin mewujudkan mimpinya seperti
Habibie, dan diapun berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya itu, walaupuun dia
berasal dari keluarga yang sederhana tapi semangatnya untuk menggapai mimpi tak
pernah pudar sehingga bisa dikatakan kalau novel ini dapat memotivasi orag
lain. Selain itu novel ini juga dapat membuat seseorang lebih termotivasi untuk
berani bermimpi lebih tinggi dan selalu optimis mimpi itu akan terwujud
walaupun harus menunggu dalam waktu yang lama. Apa yang sebenarnya terjadi pada
novel tersebut? Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa
bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya sangattinggi yaitu ingin
belajar teknologi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.
Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin
segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN.
Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya yaitu ijazah SMA, dan
bagaimana mungkin dia bisa mengejar semua cita-cita tingginya tanpa ijazah..
Terinspirasi semangat dinamit Denmark, dia mendobrak rintangn berat. Baru saja
dia tersenyum, badai lain menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih
dan mulai bertanya-tanya: “Sampai Kapan aku harus teguhh bersabar menghadapi
semua cobaan hidup ini?” dan Hampir saja dia menyerah. Ternyata “mantra”man
jadda wajadasaja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat
“mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani:man shabara zhafira. Siapa yang
bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup
satu persatu, dan diapun bisa memenangkan semua impiannya. Nasib baikpun
membawa alif Menuju kesuksesan diapun sudah berkelana melintasi bandung, Amman,
dan Saint-Raymond, tiga ranah berrbeda warna itu, pada masa kuliahnya dulu.
Novel ini mengundang pujian dari banyak pihak, dan juga dapat menciptakan
motivasi bagi orang lain yang membacanya, hubungan antara satu bagian dengan
bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca karena
dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit. Mantraman shabara zhafirayang
di ceritakan dalam novel ini terbukti ampuh dan juga dapat di tanamkan dalam
kehidupan. Selain itu pada novel ini terdapat beberapa bahasa seperti bahasa
dialek, Arab, Perancis dan telah disertai terjemahan (arti) sehingga memudahkan
pembaca untuk memahaminya. Dilihat dari keaadaan fisik novel, novel ini
memiliki cover yang menarik dan juga terdapat peta pada belakang covernya
sehingga tidak membuat para pembaca terlalu menghayal mengenai lokasi yang di
ceritakan pada novel ini. Novel ini hampir terperosok ke dalam cacatyang nyaris
membuat membuat novel ini kehilangan keunggulannya, pada novel ini masih ada
beberapa istilah asing yang tidakdisertai penjelasan atau terjemahannya
sehingga membuat pembaca agak sulit untuk memahmi arti dari istilah tersebut.
Kebahasaan yang ada pada novel ini sudah bagus, tidak berbelit-belit dan juga
tidak ada pemborosan kata sehingga mudah dipahami oleh pembaca, pada novel ini
terdapat bahasa Minang, Inggris, Arab, dan juga Perancis tapi sudah dilengkapi
denganarti dari kata yang memakai bahasa asing tersebut, sehingga pembaca mudah
memahaminya. Novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja, karena novel ini
menceritakan tentang seseorang yang berusaha keras mencapai cita-citanya selain
itu novel ini juga memberikan motivasi bagi para pembacanya, seingga para
remaja akan termotivasi untuk berusaha keras dalam mengejar cita-citanya dan
juga tidak takut untuk bermimpi lebih tinggi untuk mesa depannya yang akan
datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar